Mengunjungi Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia

Komunitas Homeschooling Pewaris Bangsa berencana melakukan kunjungan ke GMF. Saat rencana itu diumumkan, saya langsung sampaikan kepada mama bahwa saya akan ikut. Saya belum berpikir untuk menjadi seorang pilot ataupun teknisi pesawat terbang, tapi GMF bukanlah tempat yang bisa saya kunjungi kapan pun saya mau. Jadi, kesempatan yang mungkin tidak akan datang dua kali ini, harus saya manfaatkan sebisa mungkin.

6 Februari 2018
Perjuangan untuk ke GMF ini tidaklah mudah. Sehari sebelum keberangkatan kami, terjadi longsor di underpass bandara. Alhasil, sehari setelah kejadian itu, jalanan menjadi macet total, dan perjalanan kami yang semula diperkirakan 4 jam menjadi 7 jam. Kami berangkat dari Bandung pada pukul 4 pagi dan tiba di GMF sekitar pukul 11 siang. Lokasi GMF ini masih berada di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.

Sebelum berangkat ke GMF, kami diberi penjelasan dulu di Eagle Aviation Training Center (EATC), yang ternyata adalah sebuah sekolah penerbangan. Penjelasan tentang pesawat terbang dan GMF disampaikan oleh Pak Dicky. Penjelasannya begitu menarik, sehingga kami semua begitu serius mendengarkan dan tidak ada satu pun dari kami yang bercanda atau ribut. Saya yakin, hal itu disebabkan karena  penjelasannya sangat menarik. Jangan-jangan malah ada di antara kami yang merubah haluan ingin menjadi pilot atau teknisi pesawat terbang.

Apa Itu GMF?
Kalau mobil dan motor sedang rusak atau diperiksa, pasti datang ke bengkel, sedangkan pesawat terbang diperiksa atau diperbaiki di hangar. Bagian dari GMF yang kami kelilingi adalah bagian hanggarnya.

Setibanya di GMF, kami disambut staf GMF yang bernama Pak Ula. Dialah yang menemani kami berkeliling di GMF. Setelah Bu Sanny (kepala Komunitas Pewaris Bangsa) mengurus administrasi, mulailah kami berjalan-jalan. Untuk memasuki kawasan hangar, semua barang yang kami bawa harus dititipkan kepada petugas. Hal itu dikarenakan barang-barang yang dibawa dianggap sebagai benda asing, yang jika secara tidak sengaja maupun disengaja terjatuh di area perbaikan, dapat membahayakan sistem kerja pesawat di hanggar. Hal ini disebut Foreign Object Damage (FOD). Setelah menitipkan barang, kami melewati pendeteksi logam. Kami menuju bus perusahaan untuk mengelilingi area hanggar GMF ini.

Hanggar
Di GMF, terdapat 4 hangar pemeriksaan ringan dan overhaul check (pemeriksaan lengkap, badan pesawat dan mesin dibongkar secara keseluruhan) dan 1 hangar pengecatan dan penempelan stiker pada badan pesawat. Kami mengunjungi semua hanggar yang ada, tapi hanya hangar 4 yang kami jelajahi lebih dalam. 

Hal Menarik yang Saya Dapatkan dari Kunjungan ke GMF
1. Hanggar terbesar di dunia adalah hangar 4 yang berada di GMF ini. Hanggar 4 memiliki kapasitas 16 pesawat berbadan ramping (narrow body).

2. Walaupun GMF adalah perusahaan dari maskapai Garuda, pesawat yang diperiksa dan diperbaiki di sini tidak hanya pesawat dari Garuda Airlines. Banyak pesawat dari maskapai lain. Maskapai-maskapai itu tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri seperti dari Malaysia, Korea, Arab Saudi, dll. 

3. Sepanjang sayap pesawat terdapat tangki bahan bakar yang disebut wing tank. Wing tank ini menjadikan bagian kabin yang terdapat di dekat sayap  sebagai bagian kabin yang akan terbakar duluan jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran di wing tank. Sebagai orang yang sering naik pesawat, saya memilih untuk tidak lagi duduk di kabin bagian itu, padahal dulu saya sangat suka duduk di bagian itu untuk memotret sayap ketika sedang take off ataupun landing.

4. Pesawat Airbus terbesar di dunia adalah Airbus Beluga. Pesawat ini memiliki maksimum daya angkat hingga 47 ton. Kokpit pesawat Airbus Beluga berada di dek atas. Jendela yang dimiliki oleh pesawat ini hanya tiga buah.

5. Black Box. Menurut saya, black box adalah kotak kebohongan, karena kotak itu berwarna jingga, bukan hitam. Disebut black karena kotak ini menyimpan rahasia percakapan di kokpit pesawat. Black box disimpan di bagian ekor pesawat karena bagian ekor pesawat adalah bagian yang paling aman. Black box ini akan berguna dan dicari-cari jika terjadi kecelakaan pada pesawat.

6. Semua tombol dan layar pada kokpit pesawat selalu ada dua, supaya bila salah satunya tidak berfungsi, masih ada satu lagi yang berfungsi.